Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang Enda merinci dari total 37 rumah tersebut terdapat enam rumah mengalami kerusakan berat dan 31 rumah rusak ringan yang berada di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

“Dampak dari gempa bumi tersebut telah mengakibatkan 105 jiwa terdampak atas kejadian ini,” kata Enda di Kabupaten Subang, Kamis.

Enda mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang telah memberikan bantuan stimulan terhadap warga yang ikut terdampak di wilayah tersebut.

“Untuk bantuan stimulan berupa logistik sudah diberikan dari BPBD, Dinas Sosial, kemudian dari donasi-donasi yang lain juga ada,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan dari hasil pendataan rumah terdampak gempa, sebagian besar kerusakan mengalami keretakan di bagian dinding dan terdapat satu rumah yang nyaris ambruk.

Meskipun tidak terjadi korban luka maupun jiwa, kata dia, namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena bencana serupa berpotensi terjadi kembali.

“Kami mengimbau, khususnya warga masyarakat Kecamatan Tanjungsiang, untuk harus tetap siaga dan waspada dalam menghadapi bencana seperti ini,“ ucapnya.

Sebelumnya Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan imbas dari gempa di Kabupaten Sumedang akan dilakukan verifikasi untuk menentukan mana saja kategori rumah yang rusak berat, sedang, hingga ringan.

“Artinya, rumah itu dicatat, nanti akan disesuaikan dengan standar, dan kalau rusak berat sesuai dengan gempa di Cianjur itu, rusak berat mendapatkan Rp 60 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak ringan Rp 15 juta,” kata Bey.